Pemerintah Batasi Penyaluran 5 Hari Sepekan, Daerah 3T dan Stunting Dikecualikan

Simetrisnews – Pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam skema terbaru, penyaluran MBG diarahkan hanya berlangsung lima hari dalam sepekan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini tetap memberi pengecualian bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekolah berasrama, serta daerah dengan tingkat stunting tinggi..

“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis sebagai program dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, penyesuaian ini berpotensi menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp 20 triliun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi efisiensi fiskal sekaligus penguatan daya tahan ekonomi nasional.

“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun. Dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan penyaluran MBG untuk siswa mengikuti pola kehadiran di sekolah. Jika sekolah menerapkan lima hari belajar, maka MBG diberikan lima hari. Jika enam hari, maka penyaluran mengikuti enam hari tersebut.

“Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari,” kata Dadan.

Berdasarkan data pemerintah, mayoritas sekolah di Indonesia saat ini menerapkan sistem belajar lima hari dalam sepekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup