Hati-hati Makanan Sisa! Ahli Mikrobiologi Ungkap Berisiko Sebabkan Keracunan
Simetrisnews – Kebiasaan menyimpan dan mengonsumsi makanan sisa ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan jika dilakukan sembarangan. Ahli mikrobiologi dari University of Leicester, Primrose Freestone, menyebut makanan sisa yang disimpan tidak tepat sebagai salah satu penyebab utama keracunan makanan.
“Keracunan makanan terjadi karena mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri, jamur, atau virus patogen. Sisa makanan yang disimpan tidak benar sering kali menjadi sumber masalah,” ujarnya.
Berikut jenis makanan sisa yang tergolong berisiko tinggi jika salah penanganan:
Nasi, termasuk nasi goreng dan risotto, dapat mengandung spora Bacillus cereus yang tahan panas saat proses memasak.
Jika nasi dibiarkan lama di suhu ruang, spora ini berkembang dan menghasilkan racun pemicu muntah dan diare hingga 24 jam.
Aturan aman:
- Dinginkan nasi maksimal 2 jam setelah dimasak
- Konsumsi dalam 24 jam
Ayam yang sudah dimasak harus segera dipisahkan antara yang akan langsung dimakan dan yang disimpan.
Aturan aman:
- Jangan biarkan di suhu ruang lebih dari beberapa jam
- Simpan di kulkas maksimal 3 hari dalam wadah tertutup
Pizza Dingin Bisa Jadi Sarang Kuman
Rempah kering seperti basil, oregano, dan lada yang ada di pizza berpotensi membawa mikroba dari proses panen. Saat pizza dibiarkan di suhu ruang, topping ini bisa menjadi media pertumbuhan kuman.
Aturan aman:
- Dinginkan maksimal 2 jam setelah matang/dibeli
- Simpan tertutup di kulkas
- Konsumsi dalam 2 hari
Makanan Kaleng Setelah Dibuka Tidak Lagi Steril
Banyak orang mengira makanan kaleng tetap aman setelah dibuka. Padahal, paparan udara membuatnya rentan kontaminasi.
Aturan aman penyimpanan di kulkas:
- Tomat kaleng: 5–7 hari
- Daging, ikan, buah, sayur, pasta kaleng: maksimal 3 hari
Penanganan yang tepat pada makanan sisa bukan sekadar soal hemat, tetapi juga soal mencegah risiko keracunan yang bisa berdampak serius.












