Riset Universitas Tufts: 9 Juta Pekerjaan Terancam AI, Profesi Manual Justru Paling Aman

Simetrisnews – Kemajuan Artificial Intelligence (AI) membawa efisiensi besar dalam kehidupan modern, tetapi di saat bersamaan juga memunculkan ancaman serius bagi banyak profesi.

Riset terbaru dari Tufts University menyusun AI Job Risk Index untuk memetakan pekerjaan yang paling berisiko digantikan AI dalam dua hingga lima tahun ke depan. Hasilnya cukup mengejutkan: lebih dari 9 juta pekerjaan di Amerika Serikat diprediksi terdampak.

Yang tak terduga, sejumlah profesi bergaji tinggi dan berbasis kognitif justru masuk daftar paling rentan, seperti programmer, perancang web, ilmuwan data, perencana keuangan, hingga penulis dan jurnalis.

Dekan bisnis global Tufts, Bhaskar Chakravorti, menjelaskan bahwa AI kini tidak lagi sekadar menggantikan pekerjaan rutin.

“Kita sudah tahu AI mengotomatiskan tugas rutin. Sekarang AI bergerak naik, menargetkan pekerjaan kognitif dan analitis yang selama ini identik dengan keterampilan dan gaji tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan masa depan hanya akan bertahan jika pekerjanya memiliki kombinasi:

  • Keahlian spesifik di bidangnya
  • Kemampuan berpikir kritis (human judgment)
  • Literasi AI dan kemampuan memanfaatkannya

10 Profesi Paling Terekspos AI

Berikut pekerjaan yang dinilai paling berisiko tergantikan:

  1. Web and Digital Interface Designers
  2. Web Developers
  3. Database Architects
  4. Computer Programmers
  5. Data Scientists
  6. Financial Risk Specialists
  7. Reporter Lapangan dan Juru Tulis
  8. Information Security Analysts
  9. Database Administrators
  10. Medical Records Specialist

Profesi Upah Rendah Justru Paling Aman

Ironisnya, riset menunjukkan pekerjaan fisik dan manual dengan kondisi dinamis justru hampir tidak terdampak AI.

“Pekerjaan fisik, manual, dan dengan kondisi berubah-ubah menghadapi kurang dari satu persen risiko penggantian. Ini adalah pekerjaan yang selama ini diremehkan oleh perekonomian,” kata Bhaskar.

10 Profesi Paling Aman dari AI

  1. Pekerja pemasangan atap dan pertambangan
  2. Operator mesin penggalian dan pemuatan tambang
  3. Petugas perawatan fasilitas
  4. Operator mesin pelapis, pengecatan, dan penyemprotan
  5. Fabrikator fiberglass
  6. Asisten bedah
  7. Operator mesin pemindahan tambang bawah tanah
  8. Pencetak dan pengecor non-logam/plastik
  9. Terapis pijat
  10. Tukang jagal dan pengemas daging

Riset ini menegaskan paradoks era AI: pekerjaan “kerah putih” berbasis komputer justru lebih mudah digantikan algoritma, sementara pekerjaan fisik di lapangan masih sangat bergantung pada manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup