147,55 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Angkutan Umum Naik Tajam
Simetrisnews — Dudy Purwagandhi menyampaikan total pergerakan pemudik selama periode Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang. Angka ini lebih tinggi 2,53% dibanding hasil survei prediksi awal sebesar 143,92 juta orang.
Data tersebut dihimpun melalui mobile positioning data sejak 13 hingga 29 Maret 2026 atau selama 17 hari masa angkutan Lebaran.
“Untuk pergerakan orang, berdasarkan data mobile positioning data terhitung sejak tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 selama 17 hari, jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147,55 juta orang, mengalami kenaikan sebesar 2,53% dari hasil survei sebesar 143,92 juta orang,” ujar Dudy dalam acara Penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Meski melampaui prediksi, jumlah pemudik tahun ini tercatat lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 154 juta orang.
Dari total pergerakan tersebut, sebanyak 23,54 juta orang menggunakan angkutan umum, meningkat 10,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh moda transportasi mengalami kenaikan penggunaan:
- Angkutan jalan: naik 11,64%
- Angkutan laut: naik 9,86%
- Angkutan udara: naik 6,97%
- Kereta api: naik 10,13%
- Penyeberangan: naik 15,36% (tertinggi)
Selain pergerakan orang, tercatat 2,96 juta kendaraan keluar wilayah Jabodetabek selama masa mudik, naik 4% dibanding tahun lalu.
Distribusi tujuannya:
- 51,5% ke arah timur (Jateng, DIY, Jatim)
- 26,5% ke arah barat (Banten, Sumatera)
- 22% ke arah selatan (Bogor, Sukabumi)
Sementara itu, kendaraan yang masuk kembali ke Jabodetabek tercatat 2,70 juta unit, turun tipis 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Distribusi pergerakan kendaraan masuk Jabodetabek meliputi 48% dari arah timur, 28,3% dari arah barat, 23,5% dari arah selatan. Kelancaran lalu lintas pergerakan kendaraan dari barat ke timur, Jakarta ke Semarang, pada masa mudik mencatat kecepatan rata-rata 81,60 km per jam,” jelasnya.













