4 Cara Merawat Mesin Cuci Agar Awet, Tidak Bau, dan Tetap Optimal

Simetrisnews – Mesin cuci menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Alat ini membuat proses mencuci pakaian menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Namun, agar mesin cuci tetap bekerja dengan baik, perawatan rutin tetap perlu dilakukan. Sayangnya, banyak orang hanya menggunakannya tanpa memperhatikan perawatan dasar yang sebenarnya cukup sederhana.

Padahal, kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperpanjang usia mesin cuci sekaligus menjaga performanya tetap optimal. Salah satu yang penting adalah menjaga kebersihan bagian dalam mesin serta memastikan komponen tertentu tidak mengalami kerusakan.

Melansir dari The Spruce, berikut beberapa langkah perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah agar mesin cuci tetap awet dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.

  1. Jaga Segel Karet Mesin Cuci Tetap Bersih
    Bagi pemilik mesin cuci bukaan depan, bau tidak sedap sering menjadi masalah yang cukup mengganggu. Hal ini biasanya terjadi karena bagian segel karet di sekitar pintu mesin cuci lembap dan jarang dibersihkan.
    Untuk mencegahnya, disarankan membiarkan pintu mesin cuci tetap terbuka setelah selesai digunakan agar bagian dalamnya bisa mengering dengan baik.
    Selain itu, segel karet perlu dibersihkan secara rutin menggunakan larutan cuka putih dan air untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  2. Bersihkan Perangkap Serat Mesin Cuci
    Tidak semua orang menyadari bahwa mesin cuci juga memiliki perangkap serat seperti pada pengering pakaian. Komponen ini berfungsi menampung serat kain yang terlepas saat proses pencucian.
    Jika dibiarkan menumpuk, serat tersebut dapat menimbulkan bau dan mengganggu kinerja mesin. Teknisi peralatan rumah tangga, Dennis Godynuk, menyarankan agar perangkap serat dilepas dan dibersihkan setidaknya sekali setiap bulan, atau lebih sering jika mesin digunakan setiap hari.
    Untuk membantu menghilangkan serat dan bau di dalam mesin, bagian dalam mesin cuci juga bisa dibilas menggunakan campuran cuka dan soda kue.
  3. Gunakan Kantong Jaring Cucian
    Menggunakan kantong jaring cucian mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya cukup besar. Kantong ini membantu menjaga pakaian kecil seperti kaus kaki tetap terkumpul selama proses pencucian.
    Selain itu, kantong jaring juga dapat mencegah pakaian kecil tersangkut di bagian dalam mesin cuci. Dengan begitu, risiko kerusakan pada komponen mesin dapat diminimalisir sekaligus memudahkan menemukan pakaian kecil setelah proses mencuci selesai.
  4. Hindari Mencuci Terlalu Penuh
    Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasukkan pakaian terlalu banyak ke dalam mesin cuci. Kebiasaan ini dapat memberi tekanan berlebih pada mesin.
    Menurut Godynuk, beban yang terlalu berat bisa membuat komponen mesin menjadi longgar. Kondisi ini tidak hanya berpotensi merusak mesin, tetapi juga membuat pakaian tersangkut di dalamnya.
    Karena itu, penting untuk selalu mengikuti kapasitas maksimal mesin cuci agar kinerjanya tetap optimal.

Dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin, mesin cuci tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap bekerja maksimal untuk membantu pekerjaan rumah tangga setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup