MUI Imbau Cara Membangunkan Sahur Dilakukan Secara Bijak Selama Ramadan 2026

Simetrisnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam agar membangunkan sahur dengan cara yang baik dan bijak selama Ramadan 2026. MUI menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

Wakil Ketua Umum MUI Kiai Cholil Nafis mengatakan budaya saling membangunkan sahur tetap dapat dilakukan, namun perlu disesuaikan dengan situasi masyarakat yang tidak seluruhnya menjalankan ibadah puasa.
“Budaya saling membangunkan sahur tetap bisa dilakukan. Tetapi di kota-kota besar perlu dipertimbangkan karena kepadatan penduduk dan tidak semuanya berpuasa,” ujar Cholil kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Cholil mengimbau agar penggunaan pengeras suara dilakukan secara terbatas dan hanya pada waktu yang diperlukan agar tidak mengganggu masyarakat lain.
“Bangunkan jelang sahur dan tidak perlu menggunakan speaker dengan suara keras secara terus-menerus. Gunakan seperlunya pada waktu yang dibutuhkan,” katanya.

Ia menyarankan agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara bertahap dan diberi jeda waktu, misalnya dimulai sekitar pukul 03.30 WIB, kemudian dilanjutkan pada waktu berikutnya tanpa penggunaan pengeras suara yang berlebihan.

Menurut Cholil, pengaturan tersebut penting untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan selama Ramadan.
Selain itu, Cholil mengingatkan agar cara membangunkan sahur tetap sesuai dengan ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa kegiatan berkeliling untuk membangunkan sahur tidak boleh sampai mengganggu orang lain atau keluar dari nilai syariat dan akhlak Islam.

“Budaya membangunkan sahur harus tetap dalam koridor ajaran Islam dan tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup