Makna Tahun Baru Imlek 2026 Tahun Kuda Api dan Sejarah Perayaannya di Indonesia
Simetrisnews – Perayaan Imlek umat Konghucu di seluruh dunia akan diresmikan pada Selasa, 17 Februari 2026. Ditahun Kuda, diharapkan banyak keberhasilan dan keuntungan yang bisa diraih.
Umumnya, umat Konghucu merayakan momen ini dengan memberikan ucapan Gong Xi FaCai yang berarti selamat berbahagia dan kemakmuran. Tak hanya itu, ornamen merah berlambang naga dan lampion juga biasa dipasang sebagai penuansaan Imlek.
Lalu, apa artinya tahun baru Imlek?
Makna Perayaan Imlek
Kata Imlek berasal dari bahasa Mandarin, spesifiknya dialek Hokkien. Dalam dialek Hokkien, Imlek (阴历, dibaca im-le̍k) terdiri atas dua suku kata. Iim berarti ‘bulan’ dan lek berarti ‘penanggalan’. Jadi, artinya tahun baru Imlek adalah ‘kalender bulan’.
Menurut Oktavia Sanjaya dalam studi Fungsi dan Makna Penyambutan Hari Raya Imlek pada Masyarakat Etnis Tionghoa di Kota Bandar Lampung, Imlek memiliki makna sebagai perwujudan dari harapan-harapan masyarakat Tionghoa. Harapan itu di antaranya keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan.
Komunitas Tionghoa di Indonesia merayakan Imlek dengan ucapan syukur atas rezeki yang diberikan selama tahun sebelumnya. Selain itu, perayaan Imlek menjadi simbol agar tahun ini menjadi tahun yang berkah dan lebih dibandingkan sebelumnya.
Kapan Tahun Baru Imlek 2026?
Menurut SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, tahun 2026 adalah Imlek 2577 Kongzili. Artinya, tahun baru Imlek 2577 Kongzili adalah perayaan tahun baru Imlek ke-2577 dalam penanggalan Kongzili.
Dasar penetapan tahun baru Imlek adalah kalender Lunar yang mengacu pada siklus Bulan dan Matahari. Penetapan Imlek selalu berubah setiap tahunnya, umumnya 21-51 hari dari kalender internasional.
Sebagai informasi, Tahun Baru Imlek selalu dikaitkan dengan tanda binatang menurut siklus shio. Untuk tahun ini, Tahun Baru Imlek 2026 merupakan tahun Kuda Api.
Sejarah Perayaan Imlek
Asal usul Tahun Baru Imlek sarat dengan legenda. Salah satu legendanya adalah ribuan tahun yang lalu seekor monster bernama Nian akan menyerang penduduk desa di awal setiap tahun baru.
Tapi monster itu takut akan suara keras, cahaya terang, dan warna merah. Menurut Ensiklopedia Britannica, masyarakat akhirnya menggunakan hal-hal tersebut untuk mengusir monster.
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia
Perayaan Imlek di Indonesia mempunyai sejarah yang panjang dan penuh dinamika. Dalam Antara, disebutkan jika Pesiden Soekarno melalui Penetapan Pemerintah 1946 No. 2/Um menetapkan hari raya tahun baru Imlek kongzili sebagai hari besar resmi bagi warga etnis Tionghoa.
Namun, situasi berubah drastis pada era Orde Baru. Melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, pemerintah melarang perayaan Imlek dilakukan secara terbuka. Kebijakan tersebut membatasi perayaan Imlek hanya di lingkungan keluarga, dengan syarat tidak mencolok di ruang publik
Setelah jatuhnya rezim Orde Baru, Presiden BJ Habibie menerbitkan Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998 yang membatalkan aturan-aturan diskriminatif terhadap komunitas Tionghoa. Kemudian perubahan ini dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, sehingga masyarakat Tionghoa dapat merayakan imlek secara terbuka.
Kebijakan ini diperkuat oleh Presiden Megawati Soekarnoputri yang menetapkan imlek sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002. Perayaan Imlek di Indonesia kini berlangsung meriah dengan berbagai tradisi khas. Selamat merayakan Imlek 2577 Kongzili!















