Gangguan Irama Jantung, Biang Kematian Mendadak di Usia Muda
Simetrisnews – Kematian mendadak jadi momok mengerikan. Apalagi diusia muda, banyak yang lalai menjaga kesehatan dan akhirnya mati mendadak. Salah satu penyebab hal tersebut yakni adanya gangguan irama jantung atau aritmia.
Kondisi yang kerap tidak disadari tetapi jelas mengancam nyawa.
Detak jantung terasa tidak teratur, terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau malah tidak beraturan imbas impuls listrik pengatur jantung tak bekerja dengan baik. Dalam kondisi tersebut, seseorang bisa mendadak merasa berdebar-debar, pusing hingga terasa ingin pingsan, sampai nyeri dada hingga sesak napas.
Namun, adapula dari mereka yang hanya merasakan gejala tidak khas, sehingga tidak sadar mengalami gangguan irama jantung.
Melansir Antara, Sabtu (14/2/2026), dr Ardian Rizal, SpJP, (K) FIHA menekankan kondisi ini menjadi pemicu rata-rata laporan meninggal pada usia muda.
“Kematian mendadak pada usia 40 tahun ke bawah penyebab paling banyak adalah gangguan irama jantung, pada 45 tahun ke atas mungkin sudah banyak penyakit jantung koroner, gangguan metabolik dan lan-lain,” tuturnya saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Pusat.
Penyebab terbanyak pada mereka yang merasa ‘sehat’ adalah faktor genetik. dr Ardian menceritakan kasus yang cukup jarang terjadi pada pasien usia 17 tahun.
Si pasien hampir selalu pingsan saat bangun tidur, ia kemudian menjalani pemeriksaan dan pengobatan ke beberapa RS tetapi hasilnya termasuk kondisi jantung sempat dinyatakan baik-baik saja.
“Namun setelah kita gali lebih dalam lagi, ternyata ada faktor genetik di sana, tante dari pasien saya tadi meninggal mendadak saat tidur, di usia muda,” bebernya.



















Tinggalkan Balasan