PT Garam Bangun Pabrik Rp7 Triliun di Balikpapan, Olah Limbah RDMP Pertamina Jadi Garam Industri

Simetrisnews – Anak perusahaan ID Food, PT Garam direncanakan akan membangun pabrik pengolahan air limbah dari kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan menjadi garam industri.

Proyek senilai Rp 7 triliun ini ditargetkan mulai groundbreaking pada April 2026.

Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan mengatakan selama ini, air garam (air tua) dari proses boiler tersebut hanya dinetralisir lalu dibuang kembali ke laut. Untuk itu, ia menilai proyek ini mempunyai peluang potensi yang cukup besar.

“Jadi, ada peluang potensi yang cukup besar dari Pertamina di Balikpapan, itu ada RDMP-nya Pertamina yang mengambil air laut untuk kebutuhan boiler mereka,” ujarnya dalam acara Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri di KKP, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Indra menjelaskan, ID Food telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina untuk menindaklanjuti rencana ini. Kedua belah pihak sedang menyusun feasibility study.

Lebih lanjut, Indra menambahkan telah memaparkan rencana ini kepada Danantara. Rencananya, lahir entitas baru dari kolaborasi antara PT Garam, Pertamina, dan Danantara.

“Danantara pun sudah menargetkan agar yang dengan Pertamina ini bisa dilakukan groundbreaking di fase 2 di bulan April. Dari pihak Pertamina sudah menyambut baik potensi pengembangan bisnis ini, karena ini menjadi sebuah entitas baru,” jelasnya.

Pabrik ini akan dilengkapi dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) untuk mengolah air buangan minimal 4 derajat Baume. Kapasitas produksi yang diincar mencapai 1 juta ton per tahun.

“Kapasitas yang akan terpasang di situ adalah 1 juta ton, karena memang potensi airnya sangat besar sekali. Dengan kapasitas 1 juta ton harapannya ini kembali bisa menjawab tantangan dan kebutuhan industri,” terangnya.

Proyek Hilirisasi
Pabrik di Balikpapan hanyalah satu dari tujuh proyek strategis yang sedang dijajaki PT Garam. Secara total, PT Garam menyiapkan rencana investasi hingga Rp 10 triliun untuk berbagai proyek hilirisasi dan pengembangan teknologi garam.

Pertama, pembangunan fasilitas pengolahan garam kapasitas 109.842 ton per tahun. Indra menyebut pembangunan fasilitas ini akan dikembangkan di lahan seluas 300 hektar di Bipolo, NTT.

Kedua, pembangunan pabrik pengolahan garam dengan teknologi MVR berkapasitas 100.000 ton di Gresik. Ketiga, proyek pembangunan pabrik Kalsium dan Magnesium dari limbah garam (bittern) di Sampang. Rencananya, proyek ini akan bekerja sama dengan investor Swedia.

Raksasa di Rote Ndao
Keempat, pembangunan pabrik pengolahan garam dengan kapasitas 400.000 ton di Gresik. Kelima, pembangunan pabrik pengolahan garam kapasitas 200.000 ton di Rote Ndao, NTT.

Terakhir, rencana pembangunan pabrik garam di Sumenep dengan kapasitas 80.000-160.000 ton. Pembangunan pabrik ini akan menggandeng pengusaha-pengusaha Madura dengan nilai investasi Rp 300 miliar.

“Total semuanya (7 proyek) kita rencanakan di angka Rp 10 triliunan. Paling besar memang yang di Balikpapan dengan Pertamina itu,” jelas Indra.

Baca Juga :

Daihatsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup