Mobil Listrik Rp200 Jutaan Guncang Pasar, Penjualan LCGC Anjlok 30 Persen di 2025
Simetrisnews – Pasar otomotif Indonesia sedang ramai dengan datangnya kendaraan listrik yang harganya murah meriah l. Modal Rp 200 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan mobil listrik.
Selain itu, teknologi listrik dinilai terbarukan dan cukup menghemat kantong rumah dan ramah lingkungan.
Jauh sebelum itu, dulu ada mobil low cost green car (LCGC) yang sempat menjadi primadona. Kini, pasar LCGC babak belur.
Data terbaru dirangkum berbagai sumber menunjukkan, angka penjualan mobil di segmen ini merosot tajam sepanjang tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau kita bicara mengenai segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau LCGC, ini juga sama mengalami tekanan penjualan wholesale LCGC pada tahun 2025 mencapai 122.686 unit, turun 30,6% (dibanding) pada tahun yang sebelumnya dan pemerintah dalam hal ini tentu akan tetap memberikan perhatian pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Berdasarkan data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gaikindo, LCGC hanya terdistribusi sebanyak 122.686 unit pada sepanjang 2025. Padahal di kuartal pertama 2025, mobil murah ini sempat berjaya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot di angka 8-9 ribuan unit saja.
Sementara itu, data penjualan retail (penjualan dari dealer ke konsumen) menunjukkan, penjualan LCGC hanya mencapai 130.799 unit. Torehan tersebut turun dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai 178.726 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, hadirnya mobil listrik murah menjadi tantangan buat segmen LCGC.
“LCGC kita rusak, turun sampai 37 persen. Karena sekarang dengan Rp 200 jutaan orang sudah bisa dapat mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap,” kata Jongkie.
Menurut Jongkie, segmen kendaraan murah masih memiliki potensi besar di Indonesia. Pergeseran teknologi ke kendaraan elektrifikasi menjadi keniscayaan.
“Orang sekarang melihat pilihan. Kalau selisih harganya tipis tapi teknologinya lebih maju, tentu mereka beralih,” ujar Jongkie.
Baca Juga :
- Mobil Listrik Rp200 Jutaan Guncang Pasar, Penjualan LCGC Anjlok 30 Persen di 2025
- Jose Mourinho Dikabarkan Latih Timnas Portugal Usai Piala Dunia 2026, Ronaldo Bisa Tunda Pensiun
- Sejarah Baru, Pesawat Tempur Mendarat di Tol Trans Sumatera
- Jadwal Long Weekend Imlek 2026, Cek Tanggal Cuti Bersama dan Libur Nasional
- Van Dijk Beberkan Syarat Liverpool Lolos ke Liga Champions Musim Depan















