Harga Tanah Jabodetabek Tembus Rp12 Juta per Meter, Jakarta Jadi yang Termahal

Simetrisnews – Seiring berjalannya waktu, harga tanah di wilayah Jabodetabek terus mengalami kenaikan. Bahkan, merebak isu tanah di Jakarta Thamrin permeter berlogo miliaran rupiah.

Jika mengambil data BPN, secara keseluruhan harga rata-rata tanah di Jabodetabek sekarang sudah mencapai sekitar Rp 12 juta. Angka yang cukup fantastis kenaikannya.

Mengutip laporan dari Cushman & Wakefield, Marketbeat Greater Jakarta Landed Residential H2 2025, Senin (9/2/2026), tanah Jabodetabek mengalami kenaikan 1,58 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Cushman dkk menyimpulkan harga rata-rata tanah wilayah Jabodetabek berkisar Rp 12.652.597 per meter persegi pada semester II 2024. Kemudian, semester II 2025 harga tanah Jabodetabek di angka Rp 12.746.152 per meter persegi.

Meski begitu, kenaikan harga tanah ini justru cerminan pasar residensial yang sehat. Lalu, pengembangan infrastruktur dan fasilitas umum yang terus dilakukan juga mendorong harga tanah untuk naik.

Harga Tanah di Jakarta Makin Mahal

Jakarta sang kota metropolitan, tetapi harga rata-rata lahan di Tangerang sedang menyusul. Harga rata-rata tanah di Jakarta sebesar Rp 16.224.082 per meter persegi, paling mahal se-Jabodetabek.

Berikut ini rincian rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2025.

Jakarta: Rp 16.224.082 per meter persegi
Tangerang: Rp 14.824.953 per meter persegi
Bogor-Depok: Rp 8.950.369 per meter persegi
Bekasi: Rp 10.985.202 per meter persegi

Lebih rinci, berikut ini rata-rata harga tanah di Jabodetabek pada semester II 2024.

Jakarta: Rp 15.968.989 per meter persegi
Tangerang: Rp 14.967.943 per meter persegi
Bogor-Depok: Rp 8.798.005 per meter persegi
Bekasi: Rp 10.875.451 per meter persegi

Selain itu, Cushman dkk juga melaporkan tingkat okupansi retail pada periode itu mencapai 78,4 persen. Keterisian mal meningkat 0,9 persen dibandingkan tahun lalu dan 1,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Mal semakin terisi berkat ekspansi penyewa dan masuknya brand baru. Bahkan, beberapa penyewa asing membuka toko pertama di Indonesia sehingga memperkuat pasar retail.

Satu lagi yang penting, sektor kuliner atau F&B juga turut meramaikan mal. Bukan berbentuk restoran, konsep toko teh kecil misalnya menjual teh susu semakin populer.

Ruang perkantoran di kawasan bisnis pusat (CBD) Jakarta semakin ramai penyewa pada akhir 2025. Bahkan, okupansi kantor diprediksi bakal terus bertambah tahun ini alias tak lagi diisi ‘hantu’.

Daihatsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup