IKEA Tutup Tujuh Gerai di China, Pembeli Serbu Toko hingga Terjadi Kericuhan
Simetrisnews – Peritel furnitur IKEA berencana menutup tujuh gerai mereka di China mulai 2 Februari 2026. Namun hal ini membuat salah satu gerai yang ingin ditutup diserbu pembeli hingga menyebabkan kericuhan.
Melansir CNA, Sabtu (31/1/2026), dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial terlihat salah satu gerai IKEA yang berada China tampak diserbu banyak sekali pembeli. Mereka tampak berlarian masuk toko sesaat petugas mengizinkan pembeli masuk gerai.
Di dalam gerai, terlihat para pembeli saling adu mulut hingga tarik-menarik furnitur saat perusahaan asal Swedia itu menggelar obral cuci gudang jelang penutupan gerai. Sementara pengunjung lainnya tetap berkeliling toko atau mengambil furnitur langsung dari lantai ruang pamer.
Tidak jelas di gerai IKEA mana tempat insiden tersebut terjadi. Namun suasana di gerai tersebut tampak sangat padat imbas banyaknya pengunjung yang datang. Baik di luar gedung toko, di sekitar ruang pameran produk, hingga ke kasir semuanya dipenuhi pembeli.
Melihat video viral ini, tak sedikit netizen Negeri Tirai Bambu yang mengkritik perilaku para pembeli. Meskipun beberapa pengguna menanggapi situasi tersebut dengan santai.
“Anda dapat membeli apa saja di Taobao dan Pinduoduo dengan pengiriman gratis,” tulis salah satu pengguna media sosial di China dengan santai.
Untuk diketahui, IKEA berencana menutup tujuh gerainya di China awal Februari besok. Penutupan ini akan memengaruhi gerai-gerai yang ada pinggiran kota Shanghai, Guangzhou, dan beberapa kota tingkat kedua seperti Nantong, Xuzhou, dan Harbin.
Penutupan gerai ini dilakukan seiring dengan perubahan strategi IKEA di China. Sebab peritel tersebut akan beralih dari strategi ekspansi skala besar menjadi pertumbuhan yang terarah di pasar-pasar utama seperti Beijing dan Shenzhen, sambil meningkatkan penjualan online.
Menurut pernyataannya, IKEA saat ini mengoperasikan sekitar 40 toko di daratan Tiongkok, dan baru-baru ini membuka lima gerai baru dengan berbagai ukuran. Dalam hal ini mereka bertujuan untuk membuka lebih dari 10 toko yang lebih kecil di seluruh China dalam dua tahun ke depan, dengan gerai baru di Dongguan dan Beijing yang dijadwalkan akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2026.
Baca Juga :















