Proyek MRT Jakarta–Bekasi Masuk Tahap Lelang 2026, Rute Tomang–Medan Satria Sepanjang 24,5 Km
Simetrisnews – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengatakan proyek perpanjangan rute sampai Bekasi segera memasuki tahap lelang, rencananya dilakukan pada 2026 ini. Proyek lintas timur-barat fase 1 tahap 1 ini nantinya akan menghubungkan kawasan Medan Satria, Bekasi (Jawa Barat) dengan Tomang, Jakarta Barat.
“Jadi yang area pertama yang akan dibangun adalah kita sebut phase one, stage one, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria,” kata Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina di Transport Hub, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
“Insyaallah kita juga akan memulai lintas Timur-Barat, beberapa waktu lalu di akhir tahun 2025 kita juga sudah mengadakan market sounding, mengundang beberapa main contractor ya, khususnya dari Jepang maupun dengan internasional lainnya, dan Insyaallah kita sudah memulai tender pengadaannya di tahun ini,” sambungnya.
Ia menjelaskan, panjang rute MRT Jakarta dari Tomang hingga Medan Satria ini kurang lebih sepanjang 24,5 kilometer. Kemudian di tengah jalur rute ini akan dibangun jalur khusus sepanjang 5,7 kilometer untuk menghubungkan depo MRT yang ada di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.
Menurut Weni, sebagian jalur MRT akan dibangun di atas permukaan jalan alias elevated, dan sisanya dibangun di bawah permukaan jalan alias underground. Jalur elevated berada di ruas Tomang ke Grogol, serta ruas dari kawasan Pakulonan hingga ke Cakung Barat dan Medan Satria.
“Ini nanti yang menjadi area section underground, bawah tanah, jadi dari arah Roxy CP102 sampai dengan Cideng ini (CP)103, lalu masuk ke Thamrin ke Kwitang ini (CP)104, Kwitang ke Galur ini (CP)105, dan terakhir tadi di depo Rorotan itu di CP109,” terangnya.
Bersamaan dengan itu, Weni mengatakan selama proses pengerjaan nanti Perseroda juga berencana melakukan pengadaan kereta dan paket pengadaan sistem railway (perkeretaapian) di sepanjang lintas Jakarta-Bekasi ini.
“Untuk mengoperasikan dari Tomang sampai Medan Satria ini kita butuh kurang lebih 24 sampai 25 trainset. Nanti kita lihat skema cadangan operasinya. 24-25 trainset ini adalah untuk melayani lima menit headway,” papar Weni.
“Anggaran train set itu memang karena kita beli dari Jepang, itu sebetulnya kalau dibandingkan dengan fase satu pasti kan ada inflasi kenaikan harga ya. Jadi akan jauh berbeda. Tapi kurang lebih itu untuk satu train set, itu ada enam gerbong, itu di sekitar Rp 300an miliar. Itu sudah termasuk seluruh perangkat yang di dalam,” jelasnya lagi.















