Simetrisnews – Musim ibadah haji 2026 resmi memasuki fase krusial dengan dimulainya kedatangan jamaah dari berbagai negara ke Arab Saudi. Penerbangan haji pertama dijadwalkan mendarat pada 18 April 2026, menandai awal rangkaian panjang penyelenggaraan haji tahun ini.
Dilansir dari The Islamic Information, kedatangan perdana ini berasal dari empat negara: Pakistan, Bangladesh, India, dan Indonesia.
Tanggal tersebut juga bertepatan dengan 1 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, yang dalam kalender haji menjadi penanda dimulainya fase kedatangan jamaah internasional.
Pada hari yang sama, otoritas setempat mulai memberlakukan pembatasan ketat akses masuk ke Kota Makkah. Hanya tiga kategori yang diizinkan memasuki wilayah tersebut:
- Pemegang visa haji
- Penduduk resmi Makkah
- Pemilik izin kerja di Makkah
Negara-Negara Gelombang Pertama
Empat negara tercatat sebagai pengirim jamaah paling awal pada 18 April 2026.
Pakistan menjadi yang paling siap dengan keberangkatan dari beberapa kota besar, yakni Karachi, Lahore, Sialkot, dan Multan. Seluruh penerbangan awal ini diarahkan menuju Madinah.
Sementara Bangladesh, India, dan Indonesia turut masuk dalam daftar negara gelombang pertama, meskipun jadwal utama keberangkatan jamaah Indonesia secara nasional baru dimulai pada 22 April 2026.
Kedatangan jamaah lintas negara ini menjadi langkah awal dari rangkaian penyelenggaraan haji yang berlangsung lebih dari satu bulan.
Perkiraan Puncak Ibadah Haji 2026
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan terjadi pada akhir Mei 2026 dengan rincian:
- Perkiraan awal rangkaian puncak haji: 25 Mei 2026
- Wukuf di Arafah: 26 Mei 2026
- Hari Raya Idul Adha: 27 Mei 2026
Fase kedatangan jamaah internasional sendiri berlangsung cukup panjang, dimulai sejak 18 April hingga 21 Mei 2026, sebelum seluruh jamaah bergerak menuju fase puncak ibadah haji.
